Pemerintah Kota Sawahlunto memfasilitasi penyaluran lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan pengolahan kopi Robusta, termasuk pengembangan produk unggulan 'Kopi Arang'.
SAWAHLUNTO — Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, kini memiliki peralatan pengolahan kopi yang lebih lengkap. Lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen yang difasilitasi Pemerintah Kota Sawahlunto telah tiba dan tengah menjalani uji coba oleh teknisi penyedia.
Bantuan yang berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian ini terdiri atas mesin pengupas biji kopi basah (pulper), mesin pengupas biji kopi kering (huller), mesin sangrai, mesin pembubuk, serta mesin pengemasan produk kopi bubuk. Kelengkapan ini memungkinkan petani mengolah hasil panen hingga menjadi produk siap jual.
Dukungan untuk Pengembangan 'Kopi Arang' Sawahlunto
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih, menyebut bantuan ini menjadi salah satu dukungan nyata untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta di daerahnya. Dengan peralatan tersebut, hasil produksi petani dapat ditangani melalui tahapan pascapanen dan dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Kehadiran mesin ini sekaligus membuka peluang pengembangan 'Kopi Arang' yang selama ini menjadi produk unggulan Sawahlunto. Proses produksi yang sebelumnya terbatas, kini bisa ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya hingga tahap pengemasan.
DPRD Minta Pendampingan Teknis Berkelanjutan
Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Sarijanus Kahar, mengingatkan agar Dinas terkait tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Ia mendorong adanya pendampingan secara proaktif kepada kelompok tani, terutama saat menghadapi kendala teknis dalam pengoperasian atau kerusakan mesin.
“Kalau petani menemukan kendala teknis atau terjadi kerusakan pada alsintan, dinas harus proaktif membantu mencarikan solusi dan memastikan persoalan tersebut segera ditangani,” kata Sarijanus.
Pemkot Kawal Pemanfaatan Alsintan
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan pihaknya akan mengawal pemanfaatan alsintan tersebut agar digunakan secara optimal. Menurutnya, penguatan hilirisasi kopi menjadi prioritas, dengan mengembangkan hasil produksi petani menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Bantuan ini difasilitasi oleh Dinas Perkebunan dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Sawahlunto bersama Kabupaten Tanah Datar menjadi dua daerah di provinsi tersebut yang menerima bantuan alsintan pascapanen kopi pada periode ini.
Sebelum diserahkan sepenuhnya kepada kelompok tani, kelima peralatan tersebut tengah menjalani running test oleh teknisi penyedia. Langkah ini memastikan setiap mesin berfungsi sesuai peruntukannya, sehingga kelompok tani dapat langsung mengoperasikan tanpa hambatan berarti.