SUMATERA BARAT — Perbedaan utama produk ini bukan pada kadar atau berat emas, melainkan pada bentuk sertifikat keasliannya. Certicard menggunakan kartu plastik yang menyatu dengan kemasan, menggantikan sertifikat kertas terpisah pada generasi produk sebelumnya. Format ini dinilai lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.
Bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya, patokan harga buyback dapat merujuk pada data Pegadaian yang dimuat ulang oleh Bisnis.com pada Selasa, 25 Agustus 2026. Selisih antara harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama dalam menghitung potensi keuntungan investasi jangka pendek.
Mengapa Harga Certicard Sama dengan LM Standar?
Kadar emas yang identik, yakni 24 karat dengan berat yang sama, membuat harga Certicard tidak mengalami premium tambahan dibandingkan produk LM Antam bersertifikat kertas. Yang membedakan hanyalah sisi praktis penyimpanan dan ketahanan fisik dokumen kepemilikan.
Kemasan kartu plastik dinilai lebih efisien untuk disimpan dan tidak rentan rusak akibat kelembapan atau lipatan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi kolektor yang kerap menyimpan emas dalam jangka waktu panjang.
Alternatif Kepemilikan Emas via Aset Kripto
Perkembangan teknologi blockchain turut mengubah cara investor memiliki emas. Saat ini, emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset kripto berbasis emas seperti Pax Gold dan Tether Gold. Kedua aset ini memungkinkan investor memiliki eksposur harga emas tanpa perlu menyimpan fisiknya.
Bagi pembaca yang ingin memantau pergerakan aset kripto lain, informasi harga Bitcoin, konversi USDT ke rupiah, hingga harga saham Nvidia yang tertokenisasi dapat diakses melalui aplikasi Pintu. Platform ini juga menyediakan fitur web trading dengan pro charting, beragam tipe order, dan portfolio tracker di Pintu Pro.
Panduan Membaca Data Harga Emas Antam
Data resmi yang dikeluarkan LogamMulia.com menjadi acuan utama harga jual emas Antam. Sementara itu, data buyback yang dirilis Pegadaian dapat dijadikan patokan saat investor ingin menjual kembali emasnya. Kedua data ini diperbarui pada hari dan jam berbeda, sehingga penting untuk memeriksa tanggal pembaruan sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang banyak dipilih masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Namun, aktivitas jual beli aset, termasuk kripto berbasis emas, memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.