Pencarian

4 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar Hari Ini, Tersebar di Tiga Kabupaten dan Memicu Imbauan Waspada Karhutla

Selasa, 01 September 2026 • 16:31:01 WIB
4 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar Hari Ini, Tersebar di Tiga Kabupaten dan Memicu Imbauan Waspada Karhutla
Empat titik panas terpantau di Sumatera Barat pada Selasa (1/9/2026), tersebar di Kabupaten Sijunjung, Agam, dan Pasaman Barat.

PADANG — Empat titik panas terpantau di Sumatera Barat pada Selasa (1/9/2026), tersebar di Kabupaten Sijunjung, Agam, dan Pasaman Barat. Data dari Sistem Monitoring Karhutla (Si Pongi) Kementerian Kehutanan ini menjadi perhatian serius di tengah kondisi cuaca kering yang masih melanda provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin, menyatakan pihaknya masih melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan kondisi di lokasi-lokasi yang terdeteksi sebagai titik panas tersebut.

Empat Titik di Tiga Kabupaten dan Status Terkini di Lapangan

Berdasarkan pantauan terbaru, sebaran titik panas tersebut meliputi satu titik di Sijunjung, satu titik di Agam, serta dua titik di Pasaman Barat. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kebakaran yang terjadi di lokasi-lokasi tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporan kebakaran di lokasi titik panas. Namun, tetap kami pantau di lapangan," tegas Ferdinal saat dihubungi pada Selasa (1/9/2026).

Keberadaan titik panas tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran. Meski begitu, pihaknya mengingatkan bahwa potensi karhutla tetap mengancam karena kondisi cuaca yang cenderung kering belakangan ini.

Cuaca Kering dan Kabut Asap: Dari Mana Asalnya?

Ferdinal menduga kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar kemungkinan berasal dari provinsi tetangga. Jumlah titik panas di Sumbar yang relatif sedikit menjadi dasar dari dugaan tersebut.

"Karena jumlah titik panas di Sumbar relatif sedikit, kabut asap di beberapa daerah kemungkinan juga berasal dari provinsi tetangga. Saat ini masih banyak titik panas yang terpantau di Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung," ungkapnya.

Meski sumber kabut asap diduga berasal dari luar, imbauan tetap disampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang kering seperti sekarang," tuturnya.

Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar terus memantau perkembangan titik panas tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan indikasi kebakaran di lapangan.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks