PADANG — Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. memaparkan sejumlah inovasi kepada awak media usai orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-72 Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (23/10). Pemaparan berlangsung di Auditorium Kampus UNP di Air Tawar, Padang. Arif menilai ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap butuh penanganan cepat, tepat, dan berbasis teknologi.
GEOMIMO: Platform AI untuk Pantau Titik Panas Nyaris Real-Time
Salah satu inovasi yang dikembangkan BRIN adalah GEOMIMO (Geoinformatika Platform Multi Input Multi Output). Platform ini memanfaatkan AI, citra satelit, dan data geospasial untuk mendukung deteksi serta pemantauan kondisi wilayah secara mendekati waktu nyata (near real-time).
Menurut Arif, teknologi tersebut diharapkan memperkuat upaya pemantauan wilayah rawan kebakaran. Terutama ketika ancaman karhutla meningkat.
"BRIN mengembangkan program deteksi hotspot untuk membantu memantau potensi kebakaran. Kabut asap fenomena yang harus kita cermati dan deteksi setiap hari," ujar Arif.
Deteksi Titik Panas Saja Dinilai Tidak Cukup
Arif menegaskan, deteksi titik panas saja tidak cukup menghadapi karhutla. Pergerakan dan arah perambatan api juga perlu diteliti agar petugas memiliki gambaran lebih jelas mengenai wilayah yang berpotensi terdampak.
Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan di lapangan.
"Kita tidak cukup hanya mendeteksi titik panas. Perambatan api juga harus diteliti dan dipantau untuk mengetahui ke mana arah api bergerak," jelasnya.
Sudah Dipakai Dinas Kehutanan hingga BNPB
GEOMIMO disebut telah dimanfaatkan oleh Dinas Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta sejumlah kementerian dan lembaga. Pemanfaatan lintas instansi ini memperluas jangkauan pemantauan wilayah rawan kebakaran.
Selain platform AI dan citra satelit, BRIN juga mengembangkan riset bahan pemadam api berbahan dasar tepung singkong. Inovasi tersebut melengkapi rangkaian teknologi yang dipaparkan dalam forum dies natalis kampus tersebut.