PADANG — Data IQAir pukul 08.00 WIB menempatkan Kota Padang pada AQI? US 81 dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 sebesar 25 mikrogram per meter kubik. Angka itu menempatkan Padang di bawah Dharmasraya, tetapi masih di atas sejumlah daerah lain yang dipantau pada pagi yang sama.
Langit cerah menyertai pemantauan di sembilan titik lokasi. Meski seluruhnya masuk kategori sedang, kondisi udara pagi itu disebut lebih baik dibandingkan saat sebelumnya sempat berada pada kategori baik.
Dharmasraya Tertinggi, Pariaman Terendah
Pemantauan di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, pada pukul 07.00 WIB mencatat AQI? US 89 dengan PM2.5 mencapai 29,6 µg/m³. Nilai itu menjadi yang tertinggi di antara sembilan lokasi.
Di sisi lain, Kota Pariaman mencatat kualitas udara terbaik dengan indeks 56 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 11,9 µg/m³. Selisih angka keduanya mencapai 33 poin pada pagi itu.
Sebaran Angka di Enam Daerah Lain
Kabupaten Solok melalui pemantauan di Arosuka mencatat AQI? US 66 dengan PM2.5 sebesar 17,4 µg/m³. Kota Solok berada tak jauh di atasnya, yakni 69 dengan konsentrasi 18,7 µg/m³.
Kabupaten Padang Pariaman di Lubukalung menunjukkan indeks 60 dengan PM2.5 sebesar 14,2 µg/m³. Adapun Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi sama-sama mencatat indeks 66, masing-masing dengan konsentrasi PM2.5 17,4 µg/m³ dan 16,9 µg/m³.
Kota Payakumbuh melengkapi daftar dengan AQI? US 67 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 17,6 µg/m³. Rentang indeks di seluruh lokasi pemantauan pagi itu berada di angka 56 sampai 89.
Apa Arti Kategori Sedang bagi Warga
Kategori sedang berarti udara secara umum masih dapat diterima. Namun sebagian kecil orang yang sensitif terhadap polusi berpotensi mengalami gangguan kesehatan, terutama bila beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Kelompok yang perlu lebih waspada mencakup anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan. Warga diimbau memperhatikan kondisi udara dan membatasi aktivitas luar ruangan apabila mulai merasakan keluhan pernapasan.
Pemantauan IQAir di sembilan lokasi Sumatera Barat pada pagi itu belum menunjukkan kategori tidak sehat. Meski demikian, fluktuasi angka antarwilayah tetap perlu dicermati, terutama di daerah dengan konsentrasi PM2.5 mendekati 30 µg/m³ seperti Dharmasraya.