Pencarian

Tokoh Sumbar Sebut PETI Lintas Provinsi Pemicu Galodo Solok, Akses Jalan Utama Lumpuh

Selasa, 22 September 2026 • 07:31:31 WIB
Tokoh Sumbar Sebut PETI Lintas Provinsi Pemicu Galodo Solok, Akses Jalan Utama Lumpuh
Warga Kayu Aro mengungsi setelah banjir lumpur menerjang permukiman pada malam hari.

SOLOK — Warga Kayu Aro terbangun oleh suara gemuruh dari perbukitan hulu sekitar pukul 21.30 WIB. Lumpur bercampur batu dan kayu raksasa meluncur deras ke permukiman, memaksa penghuni berhamburan keluar rumah.

"Air datang tiba-tiba sangat besar dan bercampur lumpur dan kayu. Kami menyadari kejadiannya sekitar jam setengah sepuluh malam, warga langsung mengungsi," ujar seorang warga.

Hingga kini belum ada laporan resmi korban jiwa. Namun akses jalan utama di kawasan tersebut dilaporkan lumpuh total tertutup material galodo.

Yaparudin Tolak Narasi Curah Hujan Tinggi

Tokoh masyarakat Sumatera Barat, Yaparudin, menilai bencana galodo bukan murni akibat cuaca ekstrem. Ia menyebut aktivitas PETI sebagai akar persoalan.

"Buah dari aktivitas PETI, Pertambangan Emas Ilegal," tegas Yaparudin.

Menurutnya, hutan di kawasan hulu telah dikuliti dan bukit dilubangi untuk mengeruk emas. Ketika alam tak lagi mampu menahan air, warga kecil di hilir yang menjadi tumbal.

Jaringan PETI Disebut Melibatkan Penambang Lintas Provinsi

Yaparudin mengungkap bahwa pelaku PETI di Sumbar tidak hanya berasal dari provinsi tersebut. Ia menyebut ada sindikat yang melibatkan penambang dari Riau dan Jambi.

"Benar. Di Tapan, Pessel, orang dari Jambi dan Solok Selatan Sangir sudah menjadi Tim Ahli Gali Lubang Jarum di Tapan. Hingga saat ini masih berlangsung," ungkapnya.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa emas Sumbar dikeruk pihak luar, sementara kerusakan lingkungan dan banjir lumpur ditanggung warga setempat.

Pemda Sumbar Dinilai Bekerja Setengah Hati

Kritik Yaparudin juga diarahkan ke Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Ia menilai penanganan persoalan lingkungan di ranah minang belum serius.

"Karena Pemerintah Daerah Sumatera Barat Melakukan Pekerjaannya setengah HATI, Ilmu Lingkungan tidak mumpuni alias Dangkal," pungkasnya.

Tim Gabungan Masuk Lokasi, Warga Diminta Siaga Satu

Tim BPBD Kabupaten Solok, TNI-Polri, dan relawan dikabarkan telah masuk ke lokasi untuk evakuasi dan pendataan cepat. Warga diimbau siaga satu karena cuaca ekstrem di wilayah hulu masih mengintai.

Pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan PETI maupun jumlah warga yang terdampak. Pendataan masih berlangsung di lokasi kejadian.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ranahriau.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks