Pencarian

5 Tempat Wisata di Bukittinggi, dari Jam Gadang hingga Lobang Jepang

Kamis, 08 Oktober 2026 • 17:33:02 WIB
5 Tempat Wisata di Bukittinggi, dari Jam Gadang hingga Lobang Jepang
Jam Gadang di pusat Kota Bukittinggi menjadi ikon kota yang dapat dikunjungi selama 24 jam tanpa tiket masuk.

SUMATERA BARAT — Bukittinggi di Sumatera Barat menyimpan lima destinasi yang memadukan ikon kota, sejarah proklamator, panorama ngarai, dan terowongan peninggalan Jepang dalam satu rute perjalanan singkat. Kota berhawa sejuk ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki karena sebagian besar titiknya berada di pusat kota. Dua di antaranya bahkan gratis, sementara Lobang Jepang mematok tiket Rp25.000.

Jam Gadang berdiri di jantung Kota Bukittinggi, tepat berhadapan dengan Istana Bung Hatta, sehingga wisatawan tidak perlu repot mencari transportasi tambahan. Menara setinggi 13 meter ini menyimpan keunikan yang jarang ditemui pada jam lain di dunia: angka empat ditulis dengan "IIII", bukan "IV".

Jam Gadang: Ikon Kota yang Buka 24 Jam

Kawasan sekitar menara dilengkapi pepohonan rindang dan bangku beton yang biasa dipakai warga untuk bersantai. Pengunjung bebas datang kapan saja, pagi untuk menghindari keramaian atau malam untuk melihat lampu kota menyala.

Alamat: Benteng Ps. Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26136

Jam buka: 24 jam
Tiket masuk: Gratis

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta: Belajar Sejarah Tanpa Bayar

Museum ini merupakan replika rumah tempat Mohammad Hatta dilahirkan, tokoh proklamator yang juga menjabat Wakil Presiden pertama Indonesia. Dikelola Dinas Pariwisata setempat, bangunan ini menampilkan suasana rumah masa kecil Bung Hatta lengkap dengan berbagai benda bersejarah.

Lokasinya masih di pusat kota, cocok disisipkan dalam agenda jalan kaki setelah dari Jam Gadang. Pelajar dan wisatawan umum bisa menambah wawasan soal perjalanan hidup salah satu pendiri bangsa.

Alamat: Jalan Soekarno Hatta No.37, Campago Ipuh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26137

Jam buka: 08.00-18.00 WIB
Tiket masuk: Gratis

Janjang Saribu: Tangga Panjang dengan Latar Ngarai Sianok

Deretan tangga yang panjang dan berkelok ini sering dijuluki "Tembok Besar Cina versi Bukittinggi". Sepanjang pendakian, wisatawan disuguhi pemandangan Kota Bukittinggi dengan Ngarai Sianok sebagai latar belakang.

Rute ini cocok untuk pencinta aktivitas luar ruang maupun pemburu foto. Siapkan fisik karena tangganya cukup banyak, dan datanglah pagi atau sore agar cahaya lebih ramah untuk berfoto.

Alamat: Jalan Bukit Apit No.92c, Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26136

Jam buka: 24 jam

Lobang Jepang: Terowongan 1.470 Meter Peninggalan 1942-1945

Terowongan bawah tanah ini dibangun secara paksa oleh rakyat Indonesia pada masa pendudukan Jepang, 1942 hingga 1945. Panjangnya mencapai 1.470 meter dan posisinya sekitar 40 meter di bawah Ngarai Sianok.

Di masa lalu, lorong-lorong di dalamnya dipakai untuk menyimpan amunisi, menahan tawanan, dapur, hingga ruang penyiksaan. Menelusuri Lobang Jepang memberi pengalaman wisata yang berbeda: suasana bawah tanah yang lembap sekaligus pengingat bagian kelam sejarah perjuangan Indonesia.

Alamat: Jalan Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26138

Jam buka: 08.00-18.00 WIB
Tiket masuk: Rp25.000

Jembatan Limpapeh: Penghubung Dua Destinasi Populer

Jembatan baja ini menjadi jalur penghubung antara Benteng Fort De Kock dan Taman Margasatwa Kinantan. Dibangun sekitar tahun 1995, warnanya kuning dan merah, mengikuti karakter visual Minangkabau.

Dari atas jembatan, wisatawan bisa memandang Kota Bukittinggi dari ketinggian. Jalur ini pas untuk berjalan santai sambil menikmati suasana kota sebelum atau sesudah mengunjungi dua destinasi di kedua ujungnya.

Alamat: Benteng Ps. Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26136

Jam buka: 24 jam

Menyusun Rute Sesuai Minat

Lima destinasi tersebut menunjukkan Bukittinggi menawarkan pengalaman yang beragam dalam jarak berdekatan. Jam Gadang menghadirkan ikon kota, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta membawa wisatawan mengenal sejarah, sementara Janjang Saribu dan Jembatan Limpapeh menyuguhkan panorama dari ketinggian.

Lobang Jepang menjadi pengingat bahwa di balik keindahan Bukittinggi tersimpan perjalanan sejarah yang panjang. Wisatawan bisa menyusun perjalanan sesuai minat, baik untuk liburan keluarga, berburu foto, menikmati panorama kota, maupun memperdalam pengetahuan tentang sejarah Indonesia.

Untuk durasi ideal, alokasikan satu hari penuh menjelajahi kelima titik ini dengan berjalan kaki, atau dua hari jika ingin lebih santai menikmati setiap lokasi.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: megapolitan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks