PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai pendekatan adat dan agama perlu dilibatkan langsung dalam menangani persoalan sosial yang muncul di tengah warga. Bupati John Kenedy Azis menyampaikan hal itu di hadapan para pemangku adat yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Bupati, pemangku adat memiliki kedudukan strategis dalam menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Ia menyebut pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan niniak mamak untuk memperkuat pembinaan moral dan menjaga ketertiban sosial.
"Pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan niniak mamak untuk memperkuat pembinaan moral, menjaga ketertiban sosial, dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan adat serta agama," ungkap JKA.
Fungsi Kerapatan Adat Nagari Diminta Ditata Ulang
Selain menekankan pembinaan generasi muda, John Kenedy Azis meminta fungsi Kerapatan Adat Nagari ditata dan diperkuat. Menurutnya, lembaga adat itu harus dapat menjalankan tugasnya secara optimal.
Ia juga mendorong peningkatan pengawasan sosial, baik secara horizontal maupun vertikal. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah pembentukan satuan tugas di tingkat korong untuk membantu mengawasi lingkungan masyarakat.
"Fungsi Kerapatan Adat Nagari perlu diperkuat agar dapat menjalankan perannya secara optimal. Pengawasan juga perlu ditingkatkan, termasuk melalui gagasan pembentukan satgas di tingkat korong untuk membantu mencegah persoalan sosial," paparnya.
Keresahan Generasi Muda Mulai Menjauh dari Norma Adat
Ketua Pelaksana silaturahmi, Rustam Dt. Panghulu Mudo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari keresahan terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai semakin memprihatinkan. Ia menyoroti kecenderungan generasi muda yang mulai menjauh dari norma adat dan agama.
Kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai adat juga dinilai melemah. Persoalan lain yang menjadi perhatian meliputi kekerasan dalam rumah tangga, tindakan asusila, hingga pembunuhan. Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi pemahaman terhadap nilai dan norma turut menjadi sorotan.
"Silaturahmi ini dilatarbelakangi keresahan kita terhadap berbagai persoalan sosial. Ada kecenderungan generasi muda mulai menjauh dari norma adat dan agama, sementara kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai adat juga perlu diperkuat," urainya.
Adat dan Agama Disebut Fondasi Karakter Masyarakat
Dalam pertemuan itu, Bupati menegaskan bahwa niniak mamak bukan sekadar pemimpin kaum. Mereka juga menjadi panutan masyarakat sekaligus penjaga nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung seiring kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Menurut Bupati, perkembangan zaman perlu diimbangi dengan penguatan nilai adat dan agama agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.
"Adat dan agama merupakan fondasi persatuan sekaligus karakter masyarakat Padang Pariaman. Nilai-nilai ini harus menjadi pegangan hidup dalam membangun kehidupan bermasyarakat," tegas John Kenedy Azis.
"Kita ingin generasi muda Padang Pariaman tetap berpegang pada nilai adat dan agama. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembinaan karakter agar mereka tidak kehilangan jati diri," sambungnya.
Pembangunan Daerah Diminta Tak Hanya soal Infrastruktur
John Kenedy Azis juga menyampaikan terima kasih kepada para niniak mamak nan gadang basa batuah yang menghadiri pertemuan tersebut. Baginya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur.
Penguatan karakter, pembinaan moral, dan pemeliharaan ketertiban sosial disebut harus berjalan beriringan. Ia ingin niniak mamak menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menangani persoalan perilaku sosial, pelanggaran norma adat dan agama, serta pembinaan generasi muda.
"Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur. Kita juga harus memperhatikan pembinaan moral, penguatan karakter, dan ketertiban sosial agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik," ujarnya.
Bupati menekankan pentingnya musyawarah sebagai bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemangku adat agar memiliki pemahaman yang sejalan mengenai penerapan aturan adat.
"Saya berharap niniak mamak bersama pemerintah daerah dapat terus bersinergi membangun nagari dan Kabupaten Padang Pariaman yang kita cintai. Peran niniak mamak harus semakin kuat agar persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui pendekatan adat, agama, dan musyawarah," tukasnya.
Rustam menilai kondisi sosial yang berkembang saat ini membutuhkan keterlibatan aktif para pemangku adat. Fungsi adat perlu kembali diperkuat agar dapat berperan dalam membimbing masyarakat dan membantu menangani persoalan sosial.
"Kita membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku adat untuk mengembalikan fungsi adat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan kesepahaman mengenai aturan adat dan koordinasi yang lebih baik," urainya.