SUMATERA BARAT — Anak yang baru sembuh lalu sakit lagi dua minggu kemudian sering bikin ibu bingung dan lelah. Dokter spesialis pencernaan anak menegaskan bahwa fondasi imunitas tubuh sebenarnya terletak di saluran cerna, bukan sekadar di vaksin atau vitamin. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Dokter spesialis pencernaan anak dr. Andy Darma, Sp.A(K) mengungkapkan bahwa sekitar 2-3 bulan terakhir banyak anak di Indonesia mengalami pola sakit yang berulang. Anak bisa sembuh dari batuk pilek, lalu dua minggu kemudian terserang diare, dan kembali lagi dengan keluhan yang sama.
"Hari ini sakit, tes, minggu depan sembuh, minggu depannya sakit lagi dengan keluhan yang sama atau ganti yang awalnya batuk pilek, dua minggu lagi diare. Nanti habis gitu balik-balik lagi pilek-pilek lagi, batuk-batuk lagi. Kayak pingpong aja ganti-ganti di rumah," kata dr. Andy dalam talkshow Morinaga Door of Future di TP6 Surabaya, Minggu (11/10/2026).
Mengapa Saluran Cerna Disebut Markas Imunitas Anak
Usus merupakan organ terbesar yang mengatur sistem kekebalan tubuh manusia. Di dalamnya terdapat pusat pengaturan imunitas yang menentukan seberapa kuat tubuh anak melawan infeksi.
"Jadi bisa kita simpulkan kalau saluran cerna terganggu atau tidak sehat, atau nutrisinya nggak benar, itu pasti mengganggu secara umum, salah satunya imunitas tubuh. Jadi salah satu cara kita untuk memperbaiki imunitas adalah memperbaiki kesehatan saluran cerna," papar dr. Andy.
Karena itu, memperbaiki imunitas anak tidak cukup hanya dengan memberikan vitamin tambahan. Kesehatan pencernaan harus dibenahi lebih dulu agar nutrisi bisa diserap optimal dan perkembangan otak anak juga terjaga.
Faktor Lingkungan yang Bikin Anak Mudah Sakit Lagi
Beberapa kondisi di Indonesia turut memperburuk kesehatan saluran pernapasan dan pencernaan anak belakangan ini. dr. Andy menyebut polusi udara di sejumlah daerah, termasuk asap hingga abu vulkanik, membuat banyak anak mengeluhkan batuk dan gangguan pernapasan.
Anomali cuaca El Nino yang menyebabkan panas berkepanjangan dan hujan yang tak kunjung turun juga memicu keluhan pada saluran pernapasan. Kualitas air yang buruk akibat pencemaran dan musim kering menjadi ancaman nyata bagi kesehatan pencernaan, berujung pada meningkatnya kasus infeksi saluran cerna.
Peran Vaksin dan Batasannya
Vaksinasi tetap menjadi salah satu cara melatih imunitas anak. Namun, dr. Andy mengingatkan bahwa perlindungannya bersifat sangat spesifik untuk jenis penyakit tertentu.
"Jadi cara training imunitas itu salah satunya adalah vaksin. Tapi harus diingat bahwa vaksin itu spesifik sifatnya, misalnya vaksin campak untuk campak, vaksin untuk rotavirus untuk yang diare rotavirus, sekarang lagi in, vaksin influenza, tapi itu pun cuma dua strain dari influenza. Padahal penyebab situasi yang namanya flu itu bisa puluhan macam," jelasnya.
Artinya, vaksin tidak bisa melindungi anak dari semua penyebab penyakit. Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna lewat asupan nutrisi harian menjadi kunci yang tidak bisa dilewatkan.
Nutrisi Harian untuk Membenahi Imunitas Anak
dr. Andy menyarankan orang tua menghindari ultra-processed food dan makanan tidak sehat lainnya. Sebagai gantinya, penuhi asupan keluarga the biotics, yakni probiotik, prebiotik, sinbiotik, hingga posbiotik yang berperan penting membenahi imunitas tubuh.
Asupan ini tidak harus berasal dari produk olahan khusus. Banyak makanan sehari-hari yang sudah mengandungnya secara alami.
"Jadi makanan di alam itu juga sudah mengandung. Salah satunya misalnya prebiotik, makanan-makanan yang mengandung prebiotik. Misalnya buah-buahan, pisang misalnya, bawang-bawangan itu sangat mengandung prebiotik. Kalau probiotik ada di makanan-makanan yang fermentasi. Yogurt, tempe, kimchi, dan sebagainya," urainya.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Anak
Jika anak mengalami sakit berulang dalam hitungan minggu, disertai diare berkepanjangan, muntah terus-menerus, atau berat badan yang tidak naik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak. Apalagi bila anak tampak lemas dan tidak mau makan sama sekali.
Pola sakit yang seperti permainan pingpong, sembuh lalu kambuh lagi dengan keluhan berbeda, bisa menjadi tanda bahwa saluran cerna anak perlu diperiksa lebih lanjut.
Rangkaian Edukasi untuk Orang Tua di Surabaya
Talkshow bertajuk "Baru Sembuh, Kok Sakit Lagi? Bantu Si Kecil Tetap Fit untuk Terus Bermain, Belajar & Bereksplorasi" ini menjadi bagian dari rangkaian event Morinaga Door of Future di Grand Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Acara dipandu moderator Senior Brand Manager Morinaga, Kenty Novita Pratiwi.
"Pasti ramai banget, karena kalau bicara antusiasnya, Surabaya tuh luar biasa banget. Sampai Pound Fit Kids saja, terakhir itu nambah lagi, banyak banget yang mau ikut. Begitu juga dengan lomba menggambar, mewarnai, maupun singing competition, itu semua udah full kuota banget," kata Kenty.
Selain talkshow, orang tua dan anak bisa mencoba berbagai booth edukatif, termasuk Emotion Mirror yang membantu anak mengenali kecerdasan emosinya. Kegiatan ini menjadi cara menyenangkan untuk mengisi akhir pekan sekaligus menambah wawasan soal kesehatan anak.
Menjaga kesehatan saluran cerna anak lewat makanan alami seperti pisang, bawang, yogurt, dan tempe adalah langkah sederhana yang berdampak besar. Mulai dari dapur rumah, imunitas si kecil bisa dibangun lebih kuat untuk terus bermain, belajar, dan bereksplorasi.