Pencarian

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kota Padang Catat AQI 225 Sangat Tidak Sehat dan Dharmasraya 175

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 12:30:31 WIB
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kota Padang Catat AQI 225 Sangat Tidak Sehat dan Dharmasraya 175
Kualitas udara Kota Padang tercatat AQI 225 atau kategori sangat tidak sehat pada pukul 08.00 WIB.

PADANG — Pantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB menempatkan Kota Padang sebagai wilayah dengan udara paling tercemar di Sumatera Barat. Angka AQI 225 masuk kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 149,5 µg/m³.

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Paparan partikel ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan.

Dharmasraya dan Solok Juga di Zona Tidak Sehat

Di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, indeks kualitas udara tercatat 175 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 90,5 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB. Angka itu menempatkan Dharmasraya sebagai daerah dengan polusi tertinggi kedua setelah Padang.

Kota Solok menyusul dengan AQI 168 dan PM2.5 sebesar 80,3 µg/m³. Kota Padang Panjang mencatat AQI 167 dengan PM2.5 77,9 µg/m³, sementara Bukittinggi berada di angka 165 dengan PM2.5 76 µg/m³.

Di Arosuka, Kabupaten Solok, indeks kualitas udara tercatat 159 kategori tidak sehat dengan PM2.5 67,7 µg/m³.

Pariaman dan Lubuk Basung Paling Ringan, Tapi Tetap Waspada

Kota Pariaman mencatat AQI 132 kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 di kota itu mencapai 48 µg/m³, dengan suhu 27 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, dan kelembapan 81 persen.

Kondisi serupa terpantau di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dengan AQI 132 dan PM2.5 sebesar 48,2 µg/m³. Meski lebih rendah dari daerah lain, kedua wilayah ini tetap masuk kategori berisiko bagi kelompok rentan.

Masker dan Batasi Aktivitas Luar Ruang

Masyarakat diimbau memakai masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Langkah itu dinilai paling sederhana untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Warga yang hendak beraktivitas pagi sebaiknya memeriksa dulu angka AQI di wilayah masing-masing. Kelompok sensitif seperti balita, ibu hamil, dan lansia perlu pengawasan lebih ketat.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks