PADANG — Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menyebut penghentian HBKB merujuk pada rilis pemantauan kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup Sumbar dalam beberapa hari terakhir. Angka ISPU 324 menempatkan udara Padang pada level yang berisiko bagi kesehatan warga.
Kegiatan yang biasanya digelar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Rasuna Said itu batal berlangsung Minggu ini. Surat pengumuman berjudul Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kota Padang itu ditandatangani sehari sebelum pelaksanaan.
ISPU 324 dan Alasan di Balik Penghentian
“Berdasarkan hasil pantauan kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup, ISPU Kota Padang berada di angka 324 dengan kategori berbahaya. Karena itu, HBKB kami hentikan sementara waktu demi menjaga kesehatan bersama,” kata Fuad, Sabtu (17/10/2026).
Fuad menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat paparan polusi udara. Keputusan diambil setelah DLH Sumbar merilis hasil pemantauan beberapa hari terakhir.
Angka 324 masuk kategori berbahaya dalam skala ISPU. Pada level itu, paparan udara terbuka berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit paru.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Fuad mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kualitas udara belum membaik. Imbauan itu menyasar warga Padang yang biasa memanfaatkan kawasan CFD untuk olahraga pagi.
“Penghentian CFD ini menjadi langkah perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang masuk kategori berbahaya. Masyarakat diharapkan memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan,” ungkap Fuad.
Warga yang hendak berolahraga diimbau memantau informasi kualitas udara lebih dulu. Dispora Sumbar belum menyebut sampai kapan penghentian HBKB berlaku, bergantung pada perkembangan ISPU Padang dalam beberapa hari ke depan.
Dampak ke Pedagang dan Aktivitas Pagi
Kawasan Jenderal Sudirman dan Rasuna Said biasa ramai setiap Minggu pagi selama HBKB. Penghentian mendadak ini turut memengaruhi rencana pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan keramaian CFD.
Belum ada keterangan resmi soal kemungkinan HBKB digelar kembali pada pekan berikutnya. Dispora Sumbar menyatakan keputusan lanjutan akan mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara DLH Sumbar.