Pencarian

Blackout Sumatera Bukan karena Sabotase, Kabel Transmisi Putus Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Senin, 25 Mei 2026 • 13:57:50 WIB
Blackout Sumatera Bukan karena Sabotase, Kabel Transmisi Putus Diduga Akibat Cuaca Ekstrem
Tim gabungan melakukan investigasi kabel transmisi putus di Muaro Jambi pasca blackout Sumatera.

JAKARTA — Kepastian itu disampaikan Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Jakarta, Senin. Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim, Puslabfor, Polda Jambi, dan PT PLN telah melakukan investigasi langsung ke lokasi gangguan di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Kabel Putus dan Kondisi Tower Masih Utuh

Hasil investigasi di tower 175 dan 176 jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai menemukan kabel transmisi dalam kondisi putus. Namun, secara mengejutkan, kondisi fisik kedua tower transmisi tersebut masih berdiri kokoh tanpa kerusakan berarti.

"Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca," ujar Nunung. Dugaan ini diperkuat kesaksian warga sekitar yang mendengar suara ledakan keras sesaat sebelum listrik padam.

Mengapa Polisi Yakin Bukan Sabotase?

Nunung menjelaskan bahwa pola putusnya kabel menjadi petunjuk kunci. Menurutnya, jika itu adalah aksi sabotase, potongan kabel akan tampak rapi dan terencana. Kenyataannya, ujung kabel yang putus justru berbentuk serabut, menandakan patah akibat tarikan atau tekanan alam yang tiba-tiba.

"Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," tegas jenderal bintang dua itu.

Dampak Besar ke Sistem Sumatera Barat

Investigasi juga mengungkap bahwa sebelum gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB, sistem kelistrikan Sumatera dalam keadaan normal. Namun, pada saat kritis itu, aliran daya dalam jumlah besar sedang mengalir menuju Sumatera Barat melalui koridor Jambi. Ketika kabel putus, pasokan daya hilang secara massal dan langsung memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera.

Artinya, warga Sumatera Barat menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak langsung dari putusnya rantai transmisi di Jambi tersebut. Listrik padam total di hampir seluruh daerah, melumpuhkan aktivitas rumah tangga, bisnis, dan layanan publik.

Puslabfor Masih Uji Laboratorium

Meski dugaan kuat mengarah pada cuaca ekstrem dan faktor teknis, Polri belum menutup kemungkinan adanya temuan lain. Bagian kabel transmisi yang putus kini telah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel," ujar Nunung. Hasil laboratorium diharapkan bisa memberikan kesimpulan pasti dalam waktu dekat.

Apa Langkah PLN Selanjutnya?

PLN sendiri telah bergerak cepat melakukan perbaikan di titik gangguan. Meski investigasi kriminal telah dihentikan karena tidak ada unsur pidana, aspek teknis dan pemulihan sistem kelistrikan terus berjalan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar mengenai penyebab blackout.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks