Pencarian

Pemkot Sawahlunto Bersihkan Sedimen Batang Lunto, Jaga Kawasan Warisan Dunia UNESCO dari Genangan

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:42:31 WIB
Pemkot Sawahlunto Bersihkan Sedimen Batang Lunto, Jaga Kawasan Warisan Dunia UNESCO dari Genangan
Petugas Pemkot Sawahlunto membersihkan sedimen di Sungai Batang Lunto untuk menjaga kelancaran aliran air.

SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto memastikan aliran Sungai Batang Lunto tetap bersih dan lancar untuk melindungi kawasan Kota Tua yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pembersihan sedimen secara berkala dilakukan pada segmen sungai yang melintasi pusat kota bersejarah tersebut.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyatakan bahwa kebersihan Batang Lunto adalah bagian integral dari citra kota sebagai destinasi wisata heritage. "Kebersihan Batang Lunto menjadi bagian penting dalam menjaga wajah Kota Sawahlunto. Dengan sungai yang bersih dan terawat, masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati lingkungan yang nyaman serta mendukung citra Sawahlunto sebagai kota wisata heritage yang berkelanjutan," ujarnya di Sawahlunto, Kamis.

Mengapa Pembersihan Sedimen Ini Krusial?

Selain menjaga estetika kawasan cagar budaya, pembersihan sedimen bertujuan mempertahankan kapasitas aliran sungai. Saat curah hujan tinggi, Batang Lunto berfungsi mengurangi potensi genangan yang bisa merusak fasilitas umum, permukiman warga, dan bangunan cagar budaya di sekitarnya.

Pemeliharaan ini merupakan program rutin Pemkot Sawahlunto. Pemerintah daerah mengintegrasikan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dengan upaya pelestarian kawasan Warisan Dunia UNESCO agar tetap berfungsi sebagai ruang publik dan destinasi wisata.

Dampak Langsung bagi Warga dan Wisatawan

Dengan aliran sungai yang terjaga, kawasan Kota Tua Sawahlunto diharapkan terbebas dari banjir lokal yang kerap mengganggu aktivitas warga. Lingkungan yang bersih juga meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke situs warisan dunia tersebut.

Pemkot menargetkan pembersihan sedimen berlangsung secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi contoh pengelolaan kawasan cagar budaya yang tidak hanya fokus pada pelestarian bangunan, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti tata kelola air dan lingkungan.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks