PARIK MALINTANG — Anggaran revitalisasi untuk sekolah-sekolah yang porak-poranda diterjang bencana akhir tahun lalu di Padang Pariaman mulai direalisasikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Hendri, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik tengah berlangsung.
Skema pembiayaan proyek ini langsung menyasar ke sekolah. “Kegiatan revitalisasi sekolah terdampak bencana tahun lalu sedang pelaksanaan,” kata Hendri di Parik Malintang, Sabtu. Ia menambahkan, dengan sistem swakelola, sekolah memiliki kendali penuh atas penggunaan anggaran, dan pihaknya terus mengawasi agar pengerjaan tepat sasaran serta tepat waktu.
Anggaran Ratusan Juta Hingga Miliaran untuk Tiap Jenjang Sekolah
Dari total 48 sekolah yang menerima bantuan, sebanyak 21 unit adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pendidikan Non Formal (PNF) dengan alokasi dana terbesar, mencapai Rp11,3 miliar. Anggaran untuk setiap PAUD bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga Rp800-an juta.
Beberapa PAUD yang mendapat suntikan dana tertinggi adalah TK Delima Bandara, KB Buah Hati, SPS Durian Ajung, dan TK Raudhatul Jannah. Sementara itu, 24 unit Sekolah Dasar (SD) menerima total Rp6,3 miliar, dengan nominal per sekolah paling kecil Rp109 juta dan paling besar Rp823,4 juta.
SDN 18 Batang Gasan menjadi penerima dana revitalisasi terbesar untuk jenjang SD, yakni Rp823,4 juta. Disusul SDN 10 Batang Gasan dengan Rp736,5 juta, SDN 15 Ulakan Tapakis Rp675 juta, dan SDN 15 Batang Gasan Rp673,9 juta.
Tiga SMP Dapat Jatah Revitalisasi, Ada yang Tembus Rp3,7 Miliar
Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), tiga unit sekolah mendapatkan alokasi anggaran yang jauh lebih besar. SMPN 2 Nan Sabaris menjadi yang tertinggi dengan nilai proyek Rp3,7 miliar, disusul SMPN 5 Lubuk Alung sebesar Rp2,7 miliar, dan SMPN 6 Lubuk Alung Rp1,1 miliar.
Total anggaran untuk ketiga SMP tersebut mencapai Rp7,5 miliar. Besaran dana ini mencerminkan tingkat kerusakan infrastruktur yang lebih parah atau kebutuhan rehabilitasi yang lebih kompleks di tingkat sekolah menengah.
Pemkab Sudah Siapkan Reguler untuk 21 SD pada 2026
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak berhenti pada penanganan darurat tahun ini. Hendri menyebutkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengajukan proposal untuk kegiatan Revitalisasi Sekolah Reguler Tahun 2026 yang menyasar 21 SD.
“Sekarang kami sedang tahap pengusulan untuk 21 SD kegiatan Revitalisasi Sekolah Reguler Tahun 2026,” tambahnya. Langkah ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pascabencana di wilayah tersebut.