Pencarian

146 Siswa Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Agam, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit Bukittinggi

Rabu, 02 September 2026 • 20:32:01 WIB
146 Siswa Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Agam, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit Bukittinggi
Petugas medis memeriksa kondisi siswa yang mengalami keracunan makanan di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026).

AGAM — Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat pukul 12.00 WIB, Rabu (2/9/2026), sebanyak 146 korban keracunan telah mendapat penanganan petugas medis. Ratusan siswa ini tersebar di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas Palupuh sejak Senin (1/9/2026) malam.

Dua Pelajar Masih Dirawat di Rumah Sakit Bukittinggi

Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian mengatakan sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun, dua orang masih dirawat intensif di rumah sakit lantaran kondisi pasien di Puskesmas Palupuh cukup ramai.

"Mereka dirawat di dua rumah sakit karena kondisi pasien cukup ramai di Puskesmas Palupuh, sehingga kedua korban dibawa ke rumah sakit itu. Namun kondisi sudah membaik," kata Hendri di Lubuk Basung, Rabu.

Ratusan Siswa Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan MBG

Keracunan massal ini terjadi setelah para siswa menyantap menu makanan bergizi gratis yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palupuh. Gejala seperti sakit perut, mual, dan muntah-muntah mulai dirasakan para korban sejak Senin malam.

Para korban merupakan pelajar dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Kecamatan Palupuh. Ratusan orang tua tampak mendampingi anak-anak mereka di fasilitas kesehatan sejak malam pertama kejadian.

Dinkes Turunkan Tim dan Buka Posko Pemantauan

Menanggapi insiden ini, Dinas Kesehatan Agam langsung menerjunkan tim ke Puskesmas Palupuh untuk memantau proses penanganan. Selain itu, posko khusus juga didirikan untuk memantau perkembangan kondisi para korban secara berkala.

"Mendapatkan informasi keracunan, kita turun ke lokasi Puskesmas Palupuh untuk memantau penanganan," ujar Hendri.

Petugas kesehatan di Pustu dan Puskesmas Palupuh bekerja ekstra untuk melayani ratusan pasien yang datang silih berganti. Sebagian korban yang sudah stabil diizinkan pulang lebih awal untuk mengurangi kepadatan ruang perawatan.

Penyebab Keracunan Masih Diselidiki, Sampel Dikirim ke BPOM

Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan massal tersebut belum diketahui. Tim medis telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu untuk diuji lebih lanjut.

Sampel tersebut telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan kandungan atau kontaminasi yang menyebabkan ratusan siswa jatuh sakit.

Hasil uji laboratorium dari BPOM nantinya akan menjadi dasar penetapan penyebab keracunan serta langkah hukum lanjutan terhadap pihak pengelola SPPG setempat.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks