DHARMASRAYA — Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan langsung dipimpin oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. M. Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D. Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan PBNU dan PWNU Sumatera Barat, termasuk Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar serta Prof. Dr. KH. M. Nuh, DEA.
Kehadiran Bupati Annisa bersama Wakil Bupati Leli Arni, Wakapolres Dharmasraya Kompol M. Rizky Cholid, dan jajaran Forkopimda menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Pengurus Baru PCNU Dharmasraya Dilantik
Pengurus inti PCNU Dharmasraya yang resmi dilantik untuk periode lima tahun ke depan adalah Rais Syuriyah K. M. Sarwan Syarif, Katib Bud Sukardi, Ketua Tanfidziyah A. Faizin, S.Pd.I., M.MPd., Sekretaris Hendra Yamtiko Jati, S.Pd., dan Bendahara H. Haryanto, A.Md.
Tema pelantikan kali ini adalah "Berkhidmah dengan Kerja Nyata, Terukur dan Terencana, Menuju Kemandirian Jam'iyyah". Bupati Annisa berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh.
NU Dinilai Jadi Benteng Moderasi Beragama di Nagari
Dalam sambutannya, Bupati Annisa menekankan bahwa NU memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI dan memperkuat Islam moderat. Ia menyebut NU sebagai benteng moderasi beragama sekaligus penggerak kesejahteraan umat hingga ke tingkat nagari.
"NU telah menjadi benteng moderasi beragama, penguat persaudaraan, sekaligus penggerak kesejahteraan umat hingga ke nagari. Kemitraan dengan NU adalah kunci pembangunan yang tidak hanya fisik, tapi juga karakter dan moral," ujarnya.
Kolaborasi Hadapi Tantangan Teknologi dan Budaya
Menghadapi tantangan teknologi, pengaruh budaya luar, serta persoalan sosial dan ekonomi, Bupati Annisa menekankan perlunya kolaborasi erat antara pemerintah dan NU. Ia mengajak PCNU untuk memperkuat sinergi di bidang pembinaan agama, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kemitraan dengan NU adalah kunci pembangunan yang tidak hanya fisik, tapi juga karakter dan moral," tegas bupati perempuan pertama di Dharmasraya itu.