PADANG — Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur meminta para nelayan dan operator kapal di Sumatera Barat menunda aktivitas pelayaran menyusul potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter. Peringatan dini ini berlaku selama empat hari ke depan dan mencakup wilayah perairan yang cukup luas di pesisir barat Sumatra.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Aldion Setiawan, menjelaskan potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh pola angin yang bergerak dari arah tenggara menuju timur dengan kecepatan berkisar 2 hingga 14 knot. Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah titik perairan.
Daftar Perairan yang Masuk Zona Waspada Gelombang Tinggi
BMKG memetakan beberapa wilayah perairan yang perlu diwaspadai selama periode tersebut. Nelayan yang melintasi area-area ini diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi.
- Perairan Agam - Pasaman Barat
- Perairan Barat Pagai, Siberut, dan Sipora di Kepulauan Mentawai
- Perairan Padang - Padang Pariaman
- Perairan Pesisir Selatan
- Perairan Timur Pagai, Siberut, dan Sipora
Potensi Hujan Ringan Menyertai Gelombang Tinggi
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah perairan tersebut. Kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan, yang dapat mengurangi jarak pandang bagi awak kapal.
"Potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di wilayah perairan Agam - Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora," kata Aldion dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, terutama nelayan yang menggunakan perahu kecil, untuk tidak memaksakan diri melaut dalam kondisi cuaca seperti ini. Keselamatan jiwa jauh lebih utama dibandingkan hasil tangkapan, mengingat gelombang setinggi 2,5 meter sudah masuk kategori berbahaya bagi kapal berukuran kecil.