Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mulai menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 303,78 ton kepada 10.126 keluarga penerima bantuan (KPB) untuk periode Juli-September 2026. Penyaluran yang berlangsung sejak Rabu ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju inflasi pangan di daerah.
PARIAMAN — Sebanyak 10.126 keluarga di Kota Pariaman mulai menerima bantuan beras tahap pertama dari pemerintah pusat. Total 303,78 ton beras disalurkan melalui Perum BULOG untuk periode Juli-September 2026, dengan masing-masing keluarga memperoleh jatah 10 kilogram per bulan atau 30 kilogram untuk tiga bulan.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut program ini menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Dengan berkurangnya kebutuhan belanja beras di pasar, daya beli keluarga diharapkan tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas pokok.
Jadwal Penyaluran Berlangsung Hingga 4 September
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Pariaman Marlina Sepa mengatakan pendistribusian dilakukan bertahap di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman. Proses penyaluran dijadwalkan berlangsung sejak 26 Agustus hingga 4 September.
Sebelum diserahkan kepada masyarakat, kualitas beras diperiksa secara ketat di Gudang BULOG Wilayah Sumatera Barat. Beras yang dibagikan merupakan hasil serapan dalam negeri berkualitas baik yang berasal dari Lampung.
Mengapa Bantuan Ini Penting untuk Inflasi?
Yota menjelaskan bahwa stabilitas harga bahan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat inflasi di daerah. Pasokan beras tambahan yang langsung menyasar rumah tangga dinilai mampu meredam gejolak harga di pasar.
"Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, menjaga daya beli keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi pangan di daerah," kata Yota saat penyaluran bantuan beras di Pariaman, Rabu.
Sinergi Bapanas, BULOG, dan Pemkot
Bantuan pangan ini merupakan program ketahanan pangan nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pelaksanaannya melibatkan Perum BULOG bersama Pemerintah Kota Pariaman melalui DP3, Dinas Sosial, serta instansi terkait.
Pemkot Pariaman berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Pasokan beras yang stabil menjadi kunci menjaga harga tetap terkendali, sekaligus meringankan beban keluarga yang membutuhkan.