Pencarian

Drone Kapal Layar TNI AL AS Uji Tembak Rudal JAGM di Latihan RIMPAC 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 17:06:01 WIB
Drone Kapal Layar TNI AL AS Uji Tembak Rudal JAGM di Latihan RIMPAC 2026
Kapal permukaan nirawak Saildrone Surveyor SD-3001 meluncurkan rudal JAGM dalam latihan RIMPAC 2026 di perairan Sumatera Barat.

SUMATERA BARAT — Latihan perang multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 menjadi ajang pembuktian pertama bagi kapal permukaan nirawak (Unmanned Surface Vessel/USV) Saildrone Surveyor SD-3001 sebagai aset tempur. Unit yang dikendalikan melalui sistem Adjunct Remote Engagement System (ARES) ini sukses meluncurkan dua rudal Joint-Air-to-Ground Missile (JAGM) yang terintegrasi penuh dengan operasi Gugus Tugas Kapal Induk USS Theodore Roosevelt (CVN-71).

Rudal JAGM: Andalan Serangan Segala Cuaca

Rudal JAGM yang digunakan dalam uji tembak ini bukan amunisi sembarangan. Rudal ini telah teruji dalam berbagai operasi tempur dan mengandalkan dua mode panduan independen: laser semi-aktif dan radar gelombang milimeter.

Kombinasi kedua sistem panduan tersebut memungkinkan JAGM mengenai sasaran secara akurat dalam segala kondisi cuaca, termasuk lingkungan maritim dengan jarak pandang terbatas. Keunggulan ini menjadikannya senjata yang ideal untuk dioperasikan dari platform nirawak seperti Saildrone.

Dari Konsep ke Uji Tembak Hanya dalam Enam Bulan

Percepatan pengembangan proyek ini terbilang impresif. Kolaborasi antara Saildrone dan Lockheed Martin baru dimulai pada Oktober 2025 dengan target menggabungkan kendaraan nirawak dengan sistem persenjataan yang sudah terbukti keandalannya.

Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, kedua pihak berhasil mengintegrasikan sistem senjata ke dalam USV dan memastikan semuanya berfungsi dalam lingkungan armada AL AS. Keberhasilan uji tembak di RIMPAC 2026 menjadi bukti nyata bahwa integrasi sistem yang kompleks bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.

Bukan Hanya Menembak: Kemampuan Peperangan Elektronik

Selain uji tembak, Saildrone Surveyor SD-3001 juga menunjukkan kapabilitasnya dalam peperangan elektronik (electronic warfare/EW). Kapal otonom ini berhasil mengoordinasikan sensor-sensornya dengan helikopter MH-60S untuk mendeteksi, mengklasifikasi, dan mengidentifikasi ancaman tiruan selama latihan berlangsung.

Kemampuan ini menegaskan bahwa SD-3001 bukan sekadar platform penyerang, tetapi juga aset intelijen dan pengawasan yang mampu beroperasi dalam durasi panjang dan jarak jauh tanpa awak di dalamnya.

Arah Pengembangan Berikutnya: Saildrone Spectre

Keberhasilan uji coba ini menjadi fondasi untuk pengembangan kapasitas yang lebih besar. Saildrone dan Lockheed Martin akan melanjutkan serangkaian tes dan uji coba lanjutan untuk USV ini.

Pembelajaran dari demonstrasi RIMPAC 2026 disebut telah mengurangi risiko integrasi untuk platform yang lebih besar, yaitu Saildrone Spectre. Kapal nirawak generasi berikutnya ini direncanakan membawa muatan berukuran kontainer yang jauh lebih besar, termasuk peluncur Mk 70 buatan Lockheed Martin dan sistem sonar Towed Array SURTASS.

Dengan selesainya uji coba di RIMPAC, Saildrone Surveyor SD-3001 disebut telah siap untuk misi berikutnya. Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam doktrin peperangan angkatan laut modern, di mana kapal otonom bertenaga angin kini mampu membawa daya rusak yang mematikan.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks