Pencarian

BMKG Minangkabau Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, 11 Wilayah Sumbar Berpotensi Alami Banjir dan Longsor

Selasa, 25 Agustus 2026 • 14:31:31 WIB
BMKG Minangkabau Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, 11 Wilayah Sumbar Berpotensi Alami Banjir dan Longsor
Petugas memantau layar prakiraan cuaca di kantor BMKG Minangkabau, Padang, Selasa (25/8/2026).

PADANG — BMKG Minangkabau meminta warga Sumatera Barat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada Selasa (25/8/2026). Peringatan dini ini menyusul dinamika atmosfer yang terpantau meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumbar.

Berdasarkan prakiraan yang dirilis pukul 09.00 WIB, potensi hujan lebat diprediksi terjadi pada periode siang hingga malam hari. Kondisi ini berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor di sejumlah titik.

Daftar Wilayah yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan

BMKG mencatat setidaknya 11 kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan lebat. Masyarakat di daerah-daerah ini diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.

  • Agam
  • Tanah Datar
  • Kota Padang Panjang
  • Padang Pariaman
  • Kota Padang
  • Pesisir Selatan
  • Pasaman
  • Lima Puluh Kota
  • Kabupaten Solok
  • Kota Solok
  • Sijunjung

Potensi Hujan di Wilayah Sekitarnya

Selain daftar utama tersebut, BMKG juga mengingatkan potensi hujan serupa di wilayah sekitar yang berbatasan langsung dengan daerah-daerah di atas. Masyarakat yang tinggal di lereng bukit atau dekat aliran sungai diminta lebih waspada terhadap potensi longsor dan luapan air.

Untuk periode malam hari, hujan sedang hingga lebat secara spesifik diprakirakan terjadi di Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Sijunjung. Sementara itu, pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.

Suhu, Kelembapan, dan Kecepatan Angin

BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat pada hari ini berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berada di rentang 65 hingga 98 persen, yang menandakan kondisi atmosfer cukup lembap untuk mendukung pembentukan awan hujan.

Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 34 kilometer per jam. Kombinasi kelembapan tinggi dan pola angin ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat dalam waktu singkat.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk membawa perlengkapan hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan disertai angin kencang. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor juga diminta untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katasumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks