PADANG — Arymbi Pujiastuty menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unand, di Aula M. Syaaf, Kampus Jati, Padang. Penelitiannya berjudul "Pengembangan Model Edukasi Parenting Gigi Sehat Berbasis Website Melalui PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) untuk Meningkatkan Perilaku Orang Tua dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Dini: Studi pada PAUD di Kota Padang."
Mengapa Orang Tua Menjadi Kunci Pencegahan Karies Gigi Anak?
Penelitian ini berangkat dari persoalan karies pada gigi susu yang masih tinggi. Arymbi menemukan banyak orang tua menganggap kerusakan gigi susu bukan persoalan serius karena akan digantikan gigi tetap.
Padahal, pengabaian tersebut memicu early childhood caries. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri, mengganggu aktivitas makan dan mengunyah, serta menurunkan kualitas hidup anak.
Promotor disertasi, Prof. Nursyirwan Effendi, menegaskan perilaku orang tua berdampak langsung pada tingginya angka penyakit gigi dan mulut anak. Pendampingan orang tua sangat dibutuhkan karena anak usia dini belum mampu menjaga kesehatan gigi secara mandiri.
Media Edukasi Konvensional Dinilai Belum Efektif
Arymbi menilai media edukasi kesehatan gigi yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Materi dalam Buku KIA belum cukup komprehensif, komunikatif, dan interaktif. Metode penyampaian konvensional pun membuat jangkauan edukasi belum optimal.
Kondisi tersebut mendorongnya mengembangkan model edukasi berbasis website. Model ini dirancang melalui need assessment agar materi sesuai kebutuhan orang tua, informatif, interaktif, dan mudah diakses tanpa batas ruang dan waktu.
Mengapa Kota Padang Dipilih sebagai Lokasi Penelitian?
Kota Padang dinilai representatif karena masih menghadapi persoalan early childhood caries. Kota ini juga memiliki jumlah anak usia dini dan satuan PAUD yang cukup besar.
Selain itu, Padang telah mencanangkan diri sebagai Kota Layak Anak dan Smart City. Hal ini mendukung pengembangan edukasi kesehatan berbasis digital.
Program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkuat pembinaan kesehatan gigi dan mulut anak melalui program parenting. Satuan PAUD menjadi pintu masuk efektif untuk edukasi kepada orang tua.
Proses Akademik dan Sidang Terbuka
Arymbi menjalani seluruh tahapan akademik, mulai dari ujian kualifikasi, ujian usulan penelitian disertasi, seminar, hingga ujian pra-promosi. Tim penguji menetapkan yudisium Sangat Memuaskan setelah mempertimbangkan hasil disertasi dan pembelaannya atas berbagai pertanyaan dan sanggahan.
Sidang promosi doktor turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dan Penguji Eksternal Prof. Dr. drg. Sri Susilawati, M.Kes. Ketua sidang dijabat Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, Sp.KKP, Sp.O-K, dengan jajaran tim promotor dan penguji lainnya.
Raihan gelar doktor ini menandai tuntasnya perjalanan akademik Arymbi dalam mengembangkan model edukasi kesehatan gigi berbasis digital. Penelitian tersebut diharapkan dapat diterapkan bagi orang tua dan satuan PAUD untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.