DHARMASRAYA — Pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat kini memasuki tahap krusial dengan capaian progres fisik yang melampaui target awal. PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana menargetkan fasilitas pendidikan ini dapat fungsional lebih cepat pada 20 Juni 2026 mendatang.
Hingga 3 Mei 2026, realisasi pekerjaan tercatat menyentuh angka 6,981 persen. Capaian tersebut menunjukkan deviasi positif sebesar +0,091 persen dari rencana semula yang dipatok pada angka 6,890 persen. Akselerasi ini tergolong signifikan mengingat lokasi proyek berada di wilayah dengan akses logistik yang cukup kompleks.
Strategi Kerja Tiga Shift di Tengah Tantangan Geografis
Untuk mengejar target penyelesaian, PTPP mengerahkan sedikitnya 1.832 pekerja aktif di lapangan. Pola kerja kini dibagi ke dalam tiga shift guna memastikan produktivitas tetap terjaga sepanjang hari. Langkah ini diambil untuk memitigasi kendala geografis di Kabupaten Dharmasraya yang sering menghambat distribusi material.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa optimalisasi metode kerja menjadi kunci dalam menghadapi tantangan di wilayah remote tersebut. Perusahaan melakukan percepatan pengadaan material serta penyesuaian urutan (sequence) pekerjaan agar tidak terhambat kendala teknis di lapangan.
“PTPP berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya ini. Walaupun proyek berada di wilayah dengan tantangan geografis yang cukup tinggi, kami telah melakukan berbagai optimalisasi,” ujar Joko Raharjo.
Investasi Rp244 Miliar untuk Pemerataan Pendidikan
Proyek strategis ini menelan nilai kontrak sebesar Rp244.320.885.000. Pendanaannya merupakan bagian dari sinergi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mengimplementasikan program prioritas nasional guna menyediakan fasilitas pendidikan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan di pelosok daerah.
Selain fokus pada kecepatan, PTPP memastikan seluruh tahapan konstruksi tetap mengacu pada standar Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Perusahaan juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai komitmen dalam setiap proyek infrastruktur nasional yang dijalankan.
Kehadiran Sekolah Rakyat Dharmasraya diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sumatera Barat secara jangka panjang. Pembangunan ini menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur pendidikan di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses dibandingkan area perkotaan.