SUMATERA BARAT — Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, langsung menemui Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Rabu (19/2). Dalam pertemuan tersebut, Ananda memaparkan sejumlah program strategis yang tengah digodok untuk menyambut balapan motor paling bergengsi di dunia itu.
Bukan Sekadar Balapan: Road to MotoGP Disiapkan
MGPA tidak hanya fokus pada hari-H balapan. Rangkaian program pendukung bertajuk Road to MotoGP juga tengah disiapkan untuk mendongkrak antusiasme publik global dan domestik.
"Kami tidak hanya fokus pada hari pelaksanaan balapan. Rangkaian program pendukung bertajuk Road to MotoGP juga tengah disiapkan. Program pra-event ini direncanakan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan banyak pihak," kata Ananda.
Rangkaian pra-event ini diharapkan mampu mempertegas posisi Sirkuit Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan tanah air, sekaligus memperluas efek promosi pariwisata NTB.
Sinergi dengan Pemda untuk Pemerataan Ekonomi
Setelah merampungkan diskusi di Mataram, Ananda bersilaturahmi dengan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat perputaran ekonomi dari setiap event di Mandalika harus dirasakan langsung dan merata oleh masyarakat lokal.
"Mulai dari sektor akomodasi, transportasi, hingga para pelaku UMKM lingkar sirkuit," katanya.
Ananda menekankan, kesuksesan ajang internasional ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar penyelenggaraan tahun ini berjalan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Fondasi Keberlanjutan Sirkuit Mandalika
Relasi harmonis dan komunikasi dua arah antara MGPA dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan eksistensi sirkuit ke depan. “Kami percaya keberhasilan Mandalika tidak dapat dicapai sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh stakeholder,” ujar Ananda.
Dengan persiapan yang dimulai sejak awal, MGPA optimistis MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika tidak hanya menjadi ajang balapan, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan bagi Lombok Tengah dan NTB secara keseluruhan.