PADANG — Perusahaan pelat merah itu menargetkan sistem baru berbasis standar ISO 14064-1:2018 sudah terverifikasi dan diakui secara internasional pada Juli 2026. Sebelumnya, PT Semen Padang menggunakan metode dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yang khusus untuk industri semen.
“Penguatan sistem ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan, terutama dalam memenuhi persyaratan pasar ekspor yang semakin ketat,” ujar Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, saat membuka bimtek di Wisma Indarung, Selasa (9/6/2026).
Bimtek Jadi Langkah Awal Pembaruan Sistem
Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bimbingan teknis ini menjadi langkah awal pembaruan sistem penghitungan karbon. Metode lama yang mengacu pada WBCSD akan disesuaikan dengan standar ISO 14064-1:2018.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan penghitungan karbon berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metode perhitungan, hingga proses pelaporan dan verifikasi,” kata Arie.
Setelah pelatihan, perusahaan akan membentuk tim lintas departemen yang dikoordinasikan Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi. Tim ini akan melakukan penghitungan karbon secara mandiri sebelum dievaluasi lembaga berwenang.
Ekspor ke Reunion Island Jadi Pemicu
Andria menyebut pengiriman semen tipe 52,5 N ke Reunion Island menjadi salah satu pemicu percepatan adopsi standar baru. Negara tujuan ekspor itu mensyaratkan bukti komitmen pengendalian emisi melalui sertifikasi ISO 14064.
“Aspek keberlanjutan kini telah menjadi bagian integral dalam aktivitas bisnis. Kemampuan perusahaan dalam menghitung, menganalisis, dan melaporkan emisi karbon secara akurat menjadi faktor penting dalam menunjang transaksi di pasar global,” tegas Andria.
Persiapan ini juga dilakukan untuk menghadapi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) serta regulasi perdagangan internasional, khususnya ke kawasan Eropa yang makin ketat soal pelaporan emisi.
Pemerintah Apresiasi Langkah Dekarbonisasi
Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, mengapresiasi upaya dekarbonisasi PT Semen Padang. Ia menilai perusahaan tersebut sebagai pelopor dalam merespons tuntutan industri berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sangat penting untuk memastikan penerapan standar pengurangan emisi berjalan optimal serta mampu meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Dindin.
Sebagai salah satu industri kebanggaan Sumatra Barat, PT Semen Padang dinilai konsisten menunjukkan komitmennya dalam transformasi menuju industri hijau. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.