Pencarian

Telegram Sempat Hilang dari App Store, CEO Pavel Durov Beberkan Modus Pemerasan di Baliknya

Rabu, 05 Agustus 2026 • 02:57:31 WIB
Telegram Sempat Hilang dari App Store, CEO Pavel Durov Beberkan Modus Pemerasan di Baliknya
Telegram sempat ditarik dari App Store setelah Apple menemukan konten yang melanggar pedoman terkait materi pelecehan seksual anak.

SUMATERA BARAT — Kejadian ini bermula saat aplikasi perpesanan Telegram mendadak tidak bisa diunduh atau diperbarui pengguna di seluruh dunia melalui App Store. Apple kemudian mengonfirmasi bahwa penarikan tersebut terkait dengan temuan konten yang melanggar pedoman ketat mereka mengenai materi pelecehan seksual anak.

Bukan Serangan Politik, Melainkan Modus Pemerasan Terbaru

Pavel Durov langsung membantah spekulasi yang beredar di publik mengenai motif politik di balik insiden ini. Melalui kanal resminya, ia menjelaskan bahwa Telegram menjadi korban dari skema yang disebutnya sebagai takedown extortion atau pemerasan melalui penurunan paksa aplikasi.

Menurut Durov, pelaku menggunakan akun otomatis untuk menyusupkan konten ilegal ke dalam grup publik. Yang menjadi masalah, konten tersebut tidak diunggah sebagai pesan baru, melainkan dengan menyunting pesan lama di grup yang aktif.

"Karena Telegram dengan cepat menghapus konten ilegal dari grup publik menggunakan berbagai alat moderasi, penyerang harus menggunakan trik teknis. Dia menyisipkan konten ilegal yang dimodifikasi AI dengan mengedit pesan lama di grup chat yang aktif. Akibatnya, konten tersebut efektif tersembunyi dari anggota grup, mencegah mereka melihat dan segera melaporkannya," tulis Durov dalam unggahannya.

Kronologi dan Dampak Sistemik bagi Developer Aplikasi

Durov menjelaskan bahwa pelaku adalah seorang takedown extortionist, yaitu individu yang meminta tebusan dari pemilik grup agar komunitas mereka tidak menjadi sasaran. Jika permintaan mereka tidak dipenuhi, konten ilegal tersebut akan langsung dilaporkan ke Apple untuk memicu peninjauan dan berujung pada penghapusan aplikasi.

Modus ini dinilai berhasil memanipulasi proses review Apple hingga terjadi reaksi berlebihan. Apple menarik Telegram dari App Store sebelum sempat menghubungi pihak Telegram untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Durov menilai hal ini menciptakan risiko sistemik yang lebih besar.

"Ini menciptakan potensi risiko sistemik untuk setiap aplikasi seluler yang menampung konten buatan pengguna," tegasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa para pemeras ini terus mengasah taktik mereka. Ancaman ini tidak hanya membidik Telegram, tetapi juga komunitas di berbagai platform sosial lain, terlepas dari seberapa siap atau berpengalaman platform tersebut dalam merespons situasi darurat.

Respon Cepat Telegram dan Klarifikasi Apple

Setelah insiden ini, pihak Telegram bergerak cepat untuk memulihkan reputasi dan aplikasinya. Durov menyatakan bahwa timnya langsung menghapus konten yang dilaporkan dan memblokir akun pengguna yang mengunggahnya. Apple kemudian memulihkan Telegram di App Store setelah memverifikasi tindakan tersebut.

Sebelumnya, juru bicara Apple juga telah memberikan klarifikasi kepada media. "Kami sempat menarik Telegram dari App Store setelah tinjauan kami menemukan konten yang melanggar pedoman ketat kami yang melarang materi pelecehan seksual anak. Aplikasi tersebut kemudian dipulihkan setelah pengembang segera menghapus konten dan memblokir pengguna yang mengunggahnya," ujar perwakilan Apple.

Di sisi lain, Telegram mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memblokir pengguna yang melanggar dan menegaskan komitmen mereka dalam memoderasi platform. Hingga saat ini, Telegram mengklaim telah menghapus lebih dari 337.900 grup dan kanal yang terkait dengan konten CSAM sepanjang tahun 2026.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengembang aplikasi lain bahwa proses moderasi konten di platform mereka bisa menjadi celah serangan yang merugikan secara reputasi dan bisnis, terutama ketika berhadapan dengan kebijakan ketat toko aplikasi seperti App Store.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks