SUMATERA BARAT — Kepemilikan emas PBOC meningkat 640.000 troy ounce menjadi 76,08 juta troy ounce pada akhir Juli, dibandingkan 75,44 juta troy ounce pada Juni. Dengan penambahan tersebut, total cadangan emas resmi China kini mencapai sekitar 2.366 ton.
Pada Juni 2026, bank sentral China tercatat menambah sekitar 15 ton emas. Pembelian yang konsisten ini mencerminkan strategi Beijing meningkatkan eksposur terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian geopolitik dan upaya mengurangi ketergantungan pada aset cadangan tertentu.
Harga Emas Spot Langsung Merespons, Tembus USD4.316 per Troy Ounce
Data cadangan yang dirilis Bloomberg tersebut langsung mendorong harga emas batangan di pasar spot. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas bertahan di atas USD4.000 per troy ounce setelah sempat terkoreksi dari rekor tertinggi awal tahun.
Setelah rilis data China, harga emas spot melonjak hingga 1,8% menembus level USD4.316 per troy ounce. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Juni, menunjukkan respons pasar yang kuat terhadap meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
China Perkuat Posisi Hong Kong sebagai Pusat Perdagangan Emas Global
Di luar akumulasi cadangan, pemerintah China tengah memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat perdagangan dan penyimpanan emas internasional. Pasar emas batangan domestik juga terus dikembangkan secara bertahap untuk memperkuat posisi negara tersebut dalam perdagangan emas global.
Langkah ini sejalan dengan tren bank sentral global yang meningkatkan alokasi emas dalam portofolio cadangan devisa. Emas dinilai sebagai aset yang relatif stabil di tengah fluktuasi mata uang dan ketegangan geopolitik yang masih berlanjut.
Bagi investor, pergerakan harga emas yang dipicu aksi bank sentral ini menjadi sinyal bahwa permintaan struktural terhadap logam mulia masih kuat. Namun, volatilitas harga tetap perlu dicermati mengingat posisi emas yang berada di level tinggi.