JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta boleh dibandingkan dengan sekolah swasta berkonsep boarding school dari sisi kualitas fasilitasnya.
Kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat Jakarta telah dimulai sejak 14 Juni 2026 dengan total 404 siswa, terdiri atas 29 siswa SD, 153 siswa SMP, dan 222 siswa SMA.
Sekolah ini dibangun di atas lahan 40.320 m2 pada kawasan dengan ketersediaan lahan yang terbatas, sehingga tidak seluruh fungsi dapat dibangun dalam bentuk fasilitas yang berdiri sendiri.
"Ini buah pemikiran Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memutus kemiskinan sedini mungkin. Salah satu caranya adalah menyekolahkan adik-adik kita di sini. Yang penting bagaimana fasilitas ini bisa benar-benar mendukung anak-anak untuk belajar," kata Menteri Dody.
"Bangunannya sudah jadi, bagus. Tinggal sedikit-sedikit, minor. Secara keseluruhan sudah bagus. Secara bertahap pasti akan ada tambahan, beberapa bulan lagi akan masuk tambahan siswa," kata Dody Hanggodo saat meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dody menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta mengoptimalkan tata ruang dan fungsi bangunan yang tersedia agar kebutuhan utama siswa tetap terlayani.
Kompleks sekolah terdiri atas gedung sekolah, asrama siswa, hunian guru, fasilitas olahraga, masjid, kantin, dan ruang serbaguna. Gedung sekolah memiliki luas sekitar 9.721,95 m² dengan ruang kelas berkapasitas 25 siswa per kelas, dilengkapi perpustakaan, laboratorium komputer dan bahasa, serta laboratorium kimia, fisika, dan biologi.
Asrama SMP/SMA putri berkapasitas 216 orang, dan asrama SMP/SMA putra juga berkapasitas 216 orang, masing-masing dengan kamar tidur, area komunal, ruang pengasuh, serta area cuci dan jemur. Sementara asrama SD putra dan putri dilengkapi kamar tidur, ruang pengasuh, area komunal, area cuci dan jemur, serta toilet.
Kompleks itu juga dilengkapi masjid seluas sekitar 1.530 m², lapangan basket, dan lapangan futsal. "Sekolah Rakyat ini seperti boarding school, tapi dengan kualitas yang boleh dibandingkan dengan sekolah swasta yang boarding school," pungkas Menteri PU Dody Hanggodo.