Pencarian

Harga Masker Naik Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Begini Kata Kemenkes

Selasa, 08 September 2026 • 10:05:01 WIB
Harga Masker Naik Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Begini Kata Kemenkes
Petugas menunjukkan masker yang dijual di sebuah toko, saat harga masker naik akibat abu vulkanik Anak Krakatau.

SUMATERA BARAT — Kelangkaan masker di pasaran menjadi momok baru bagi orang tua yang harus beraktivitas di luar rumah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) angkat bicara soal lonjakan harga yang terjadi di beberapa toko offline maupun online.

"Berkenaan dengan beredarnya isu kelangkaan stok dan kenaikan harga masker di pasaran pasca letusan Gunung Anak Krakatau, saat ini memang terjadi kenaikan harga, di beberapa toko offline maupun online," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman kepada detikcom, Selasa (8/9/2026).

Stok Aman di Tingkat Produsen, Kenapa Toko Online Batalkan Pesanan?

Kabar baiknya, kelangkaan ini hanya terjadi di tingkat pengecer. Kemenkes memastikan stok di tingkat produsen dan distributor masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," jelas Aji.

Meski begitu, banyak ibu yang mengaku pesanannya dibatalkan sepihak oleh toko online tanpa alasan jelas. Beberapa toko lain terpantau menaikkan harga secara tidak wajar, bahkan sampai 10 kali lipat dari harga normal. Kondisi ini tentu menyulitkan keluarga yang membutuhkan masker untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.

Masker Medis Biasa Cukup atau Harus N95?

Jika stok masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94 sedang kosong di toko terdekat, Ibu tidak perlu panik. Kemenkes menyarankan untuk menggunakan masker medis biasa yang tersedia, asalkan cara pakainya benar.

Perlu diketahui, masker medis biasa memiliki kemampuan filtrasi sekitar 50-60 persen. Sementara masker respirator mampu menyaring hingga 95 persen partikel halus yang berbahaya bagi saluran pernapasan.

Jangan Dipakai Seharian, Ini Aturan Ganti Masker yang Benar

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengingatkan bahwa masker apa pun tetap perlu diganti secara berkala. Masker yang dipakai terlalu lama akan lembap karena uap air dari pernapasan, sehingga efektivitasnya menurun.

"Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti," kata dr Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).

Untuk ibu yang sedang menggendong atau mengajak balita keluar rumah, pastikan masker anak dipasang dengan benar dan diganti setiap 4 jam sekali. Jika masker terasa basah atau kotor lebih cepat, segera ganti dengan yang baru.

Memang butuh kesabaran ekstra menghadapi situasi ini. Pastikan Ibu tetap tenang, tidak perlu panic buying, dan selalu cek harga wajar sebelum membeli masker secara online. Lindungi keluarga dengan masker yang tepat dan gunakan sesuai aturan agar tetap aman dari paparan abu vulkanik.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks