Pencarian

Face Shield Tidak Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog

Kamis, 10 September 2026 • 10:03:31 WIB
Face Shield Tidak Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog
Epidemiolog menegaskan face shield tidak efektif melindungi bayi dari partikel halus abu vulkanik.

SUMATERA BARAT — Abu vulkanik menyebar sebagai partikel halus yang bisa masuk lewat celah samping, atas, dan bawah face shield. Untuk bayi, alat pelindung wajah bukan hanya tidak efektif, tapi juga berisiko mengganggu pernapasan.

Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, B.Med., M.D., M.Sc.P.H., Ph.D., menegaskan bayi tidak disarankan memakai face shield maupun masker khusus sebagai perlindungan utama dari abu vulkanik.

Mengapa Masker dan Face Shield Tidak Cocok untuk Bayi

Masker, termasuk N95, didesain untuk wajah dewasa. Ukurannya tidak dirancang pas di wajah anak, apalagi bayi.

"Nah, hal lain, kalau bicara bayi, bayi ini tidak disarankan untuk memakai face shield atau masker khusus. Jadi masker termasuk N95 pada dasarnya didesain untuk wajah dewasa, jadi tidak dirancang untuk pas di wajah anak, apalagi bayi," kata Dicky kepada Owrite.

Ketidaksesuaian ukuran ini membuat perlindungan tidak maksimal. Alat yang longgar justru menyisakan celah tempat partikel abu masuk.

Risiko Masker Bayi yang Dipadukan Empeng

Dicky mengingatkan orang tua agar tidak sembarangan membeli produk yang dipasarkan sebagai masker bayi. Sebagian produk bahkan penggunaannya dipadukan dengan empeng.

"Ada juga risiko yang harus diketahui bahwa produk masker bayi atau masker yang dipasang empeng itu dapat menimbulkan risiko yang lebih besar, kerugian atau bahayanya dibanding manfaatnya untuk anak di bawah usia 2 tahun," ujarnya.

Salah satu risiko utamanya adalah gangguan pernapasan jika alat tersebut menghalangi jalan napas bayi. "Termasuk risiko sesak napas akibat terhalang jalan napas, jadi bukan proteksi," tutur Dicky.

Face Shield Tidak Menahan Partikel Halus Abu Vulkanik

Banyak orang tua menganggap face shield memberi perlindungan serupa seperti saat pandemi Covid-19. Anggapan ini keliru.

"Face shield itu dirancang untuk menahan droplet besar atau percikan, jadi bukan partikel halus yang melayang di udara," jelasnya.

Abu vulkanik menyebar dalam bentuk partikel halus. Celah di bagian samping, atas, dan bawah face shield membuat partikel tersebut tetap berpotensi masuk ke area pernapasan.

"Abu vulkanik itu justru menyebar sebagai partikel halus, bukan droplet, yang bisa dengan mudah masuk dari celah samping, atas, dan bawah face shield yang terbuka," ujar Dicky.

Menyamakan perlindungan face shield terhadap abu vulkanik dengan penggunaannya saat pandemi Covid-19 adalah pemahaman yang salah. "Jadi analogi abu vulkanik dengan virus Covid-19 tidak tepat. Jadi face shield untuk abu vulkanik menimbulkan rasa aman keliru, padahal secara fisik tidak menghalangi partikel abu yang terhirup," katanya.

Langkah yang Benar Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik

Rekomendasi resmi menegaskan cara paling efektif melindungi kelompok risiko tinggi seperti bayi dan anak adalah menjauhkan mereka dari lingkungan berabu vulkanik.

"Rekomendasi resminya sebetulnya secara tegas, cara paling efektif melindungi kelompok risiko tinggi seperti anak dan bayi ini dengan berlindung di lingkungan yang tidak berabu vulkanik, bukan mengandalkan masker," ujarnya.

Jika harus berada di area terdampak, prioritaskan berlindung di dalam ruangan tertutup, tutup ventilasi, dan batasi waktu di luar. Untuk bayi dan balita, jangan mengandalkan alat pelindung wajah apa pun.

"Jadi sekali lagi, untuk bayi atau balita jangan mengandalkan alat pelindung wajah apa pun. Yang penting hindarkan dari paparan abu atau debu vulkanik itu," tambahnya.

Kapan Perlu ke Dokter

Segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan jika muncul sesak napas, napas berbunyi, batuk terus-menerus, mata merah dan berair, atau kulit iritasi setelah terpapar abu vulkanik.

Bayi dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru lebih rentan mengalami komplikasi. Konsultasi lebih cepat lebih aman daripada menunggu gejala memburuk.

Melindungi bayi dari abu vulkanik bukan soal alat yang dipakai, tapi seberapa cepat ibu menjauhkannya dari sumber paparan. Utamakan berlindung di ruangan bersih, dan simpan face shield untuk kebutuhan yang memang sesuai peruntukannya.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: owrite.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks