PADANG — BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Rabu. Untuk wilayah Sumatra Barat, khususnya Kota Padang, diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Prakirawan BMKG, Miftah Ali, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah titik, termasuk pesisir barat Sumatra Utara, Riau, hingga Samudra Hindia Selatan. Kondisi atmosfer tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewatinya.
Daftar Kota Besar yang Diprakirakan Hujan Ringan
Berdasarkan informasi resmi yang dikutip dari laman BMKG di Jakarta, terdapat lima kota besar yang diprakirakan akan diguyur hujan ringan pada hari ini. Selain Padang, wilayah lainnya yang masuk dalam daftar tersebut adalah:
- Medan
- Tanjung Selor
- Ambon
- Jayapura
Wilayah Lain Diprakirakan Berawan
Sementara itu, mayoritas kota besar lainnya di Indonesia diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada Rabu ini. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang tidak mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah tersebut.
Sejumlah kota yang diprakirakan berawan antara lain Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Daftar ini juga mencakup kota-kota besar di Indonesia bagian timur seperti Makassar, Manado, Ternate, Manokwari, hingga Merauke.
Fenomena El Nino dan Dampaknya bagi Wilayah Sumatra
Peringatan cuaca harian ini muncul di tengah kekhawatiran akan fenomena El Nino yang disebut berstatus kuat. Sebelumnya pada Selasa (11/8), BMKG menyebut fenomena ini menyebabkan kondisi sejumlah wilayah di Sumatra semakin kering dan diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, di Palembang, Selasa, mengatakan kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat. Selain El Nino, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan turut mempengaruhi kondisi cuaca di wilayah Sumatra.
"Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatra berkurang sehingga kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli hingga awal Agustus," ujarnya. Meski demikian, untuk wilayah pesisir barat Sumatra seperti Padang, potensi hujan ringan masih tetap ada karena pengaruh konvergensi lokal.